(123)456 7890 demo@coblog.com

Bappenas: Mutu SDM Indonesia Masih Ketinggalan Jauh dari Vietnam

Bappenas: Mutu SDM Indonesia Masih Ketinggalan Jauh dari Vietnam

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional( PPN)/ Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro berkata, Indeks Modal Manusia ataupun Human Capital Index( HCI) Indonesia masih tertinggal dibanding negara- negara lain. Tidak cuma dibanding dengan negeri maju,

Indonesia apalagi tertinggal jauh dari negara- negara ASEAN, semacam Vietnam.” Human capital index kita masih jauh dari negeri Asia yang lain, tidak harus dari Singapore, dari Vietnam yang setara dengan kita saja kita kalah,” ucapnya dalam forum merdeka barat 9 di kantornya, Jakarta, Rabu( 14/ 8).

Dia menarangkan, indeks modal manusia Indonesia sebesar 0, 53 ataupun terletak pada peringkat 87 dari 157 negeri. Bersumber pada capaian pembelajaran serta status kesehatan dikala ini, kanak- kanak Indonesia yang lahir dikala ini pada 18 tahun setelah itu diperkirakan cuma bisa menggapai 53% dari kemampuan produktivitas maksimumnya.

Ada pula bersumber pada informasi Bank Dunia( World Bank), indeks modal manusia Vietnam ialah 0, 67 ataupun terletak pada peringkat 48. Secara rinci, Singapore dengan skor 0, 88 terletak pada peringkat 1, Malaysia dengan skor 0, 67 terletak pada peringkat 55, setelah itu Thailand dengan skor 0, 60 pada peringkat 65 serta Filipina dengan nilai 0, 55 pada peringkat 84. Bimtek Kepegawaian Sedangkan, Kamboja terletak pada peringkat 100 dengan nilai 0, 49, Myanmar peringkat 107 dengan nilai 0, 47 serta Laos pada peringkat 111 dengan nilai 0, 45. Memandang keadaan itu, Bambang takut Indonesia hendak kalah bersaing dengan Vietnam.” Jika memandang keadaan dikala ini, manusia Vietnam lebih produktif dari Indonesia. Jika kita bicara persaingan, misalnya penciptaan industri manufaktur yang sama kita kalah saing, sebab produktivitas mereka lebih besar,” ucap ia.

Oleh sebab itu, Pelatihan Perusahaan bagi ia, butuh disiapkan langkah yang pas biar indeks modal manusia tersebut dapat naik supaya kanak- kanak yang lahir nanti dapat lebih produktif. Salah satunya, dengan menggenjot Sumber Energi Manusia( SDM) yang unggul. Ke depan, bagi Bambang, pemerintah mau membangun SDM semenjak seribu hari awal ataupun 3 bulan dilahirkan.” Aku sepakat sekali kalau investasi pada manusia wajib diawali semenjak lahir. Kita hendak perhatikan zona kesehatan, supaya dapat terdidik baik serta produktivitasnya besar. Kita hendak investasi di seribu awal hari kehidupan, dalam 3 bulan awal ataupun dikala batita,” katanya. Tidak hanya itu, dia pula mengatakan kalau dorongan sosial pemerintah hendak diberikan secara lebih pas target. Metode tersebut ialah dengan pendekatan digitalisasi serta pendekatan nontunai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *